Alhamdulillah kabar baik waktu pulkam, sekira sebulan/dua bulan lalu, sumur bor yang dibangun di pinggir kampung kami di Sragen telah sukses dibangun. Jalur pipa air dah siap semua hingga ke rumah-rumah, alhamdulillah kehidupan kampung kami semakin baik.
Rumah kami ada sumur 2, alhamd makin banyak pilihan dan kemudahan.
Monday, April 5, 2010
Sunday, April 4, 2010
Wednesday, March 31, 2010
Pulkam tengok ponakan
Friday, March 26, 2010
me-Rontgen (X-ray) ikan
Monday, March 22, 2010
Thursday, March 11, 2010
Monitoring Proposal TechnoFund by MoA
Tanggal 11-12 Maret 2010 ada workshop oleh team kementrian pertanian (MoA) yang dikomandani Dr. Azizan. Kami semua yang berminat apply proposal dikumpulkan untuk apat pemahaman penuh tentang proyek ini dan diminta mempresentasikan proposal kita.
Karena minggu2 terakhir sangat-sangat suibuk berkali2 meeting di electrical dan computer science (collaboration research) dan lemburan buat proposal, maka submit thesis sementara dilupakan dulu.... Rencana submit thesis jika mengikut rencana yang kita buat 3 bulan yang lalu adalah 10 Maret.
Yah, nak gimana lagi..... mengalir sahaja
Karena minggu2 terakhir sangat-sangat suibuk berkali2 meeting di electrical dan computer science (collaboration research) dan lemburan buat proposal, maka submit thesis sementara dilupakan dulu.... Rencana submit thesis jika mengikut rencana yang kita buat 3 bulan yang lalu adalah 10 Maret.
Yah, nak gimana lagi..... mengalir sahaja
Saturday, February 20, 2010
Tmn Tamadun Islam Terengganu
Sunday, February 14, 2010
Adik Suranto dan istri jalan2 ke Malay dan Spore

13-17 Feb 2010
Adik kandungku Suranto dan istri jalan2 ke Malay dan Spore.
kami antar mereka ke KLCC Petronas Twin Towers, Chinatown, Pasar Seni, Genting Highland, UTM Skudai Johor, Patung Singa Spore, dll cerita detail kapan2 aja ya.
Sementara saya upload foto mereka berdua ditemeni istri yang sedang beraksi jadi kura-kura ninja hehehe saat liat film dokumenter 3D tentang Petronas sebelum naik ke lantai 41 di Skybridge KLCC.
Tuesday, February 2, 2010
Thesis jadi No 2, Buat proposal TechnoFund No 1
Sebenarnya supervisor awalnya gak berminat untuk terlibat dalam proyek lagi, padahal proyek terakhir (penyu) sudah habis Agustus 2009.
Gak tahu kenapa pula, tiba-tiba begitu ada info bahwa MoA (Ministry of Agriculture) punya skim proyek TechnoFund (lebih tinggi dari ScienceFund), usulan dana bisa s.d RM 5juta, beliau sangat antusias dan meminta saya yang mbuat [Anton di Jogja, takmungkin student lain yg bisa buat karena ini kelanjutan proyek yg kita tanganai berdua]. Wah, alamat bimbingan intensif thesisku jadi berantakan nih.
Akhirnya disepakati, untuk sementara mulai awal Feb ini, bimbingan thesis mesti berbagi dengan bimbingan pembuatan proposal, justru diutamakan proposal technofund, sebab 11 Maret akan ada tim dari MoA akan datang dan menilai proposal kita..... waduw, fening kepale.... submit thesis yang sedianya bulan depan jadi tanda tanya nih.
Tapi, bismillah, semoga Allah akan selalu bimbing dan tunjukkan yang terbaik, yg penting maksimalkan doa dan ikhtiar.
Gak tahu kenapa pula, tiba-tiba begitu ada info bahwa MoA (Ministry of Agriculture) punya skim proyek TechnoFund (lebih tinggi dari ScienceFund), usulan dana bisa s.d RM 5juta, beliau sangat antusias dan meminta saya yang mbuat [Anton di Jogja, takmungkin student lain yg bisa buat karena ini kelanjutan proyek yg kita tanganai berdua]. Wah, alamat bimbingan intensif thesisku jadi berantakan nih.
Akhirnya disepakati, untuk sementara mulai awal Feb ini, bimbingan thesis mesti berbagi dengan bimbingan pembuatan proposal, justru diutamakan proposal technofund, sebab 11 Maret akan ada tim dari MoA akan datang dan menilai proposal kita..... waduw, fening kepale.... submit thesis yang sedianya bulan depan jadi tanda tanya nih.
Tapi, bismillah, semoga Allah akan selalu bimbing dan tunjukkan yang terbaik, yg penting maksimalkan doa dan ikhtiar.
Saturday, January 23, 2010
welcome to Thailand
Saatnya jalan2 nyebrang ke Thailand lewat border Rantau Panjang Kelantan. Batas keduanya hanya jembatan panjang sekira 30 meter, bisa menyebrang naik ojek atau bahkan jalan kaki pun bisa seperti kami......
Kota terdekat adalah Sungai Golok,
cerita detail dilengkapi kapan2 aja,
soalnya masih sok sibuk dikit....
Landing di Kelantan, kok sepi ya
Saturday, January 2, 2010
Kota Sabang (Pulau Weh) ujung barat Indonesia


Gak terencana dari Aceh, begitu di Pantai Ulee Lheue kok liat kapal feri siap berangkat. Tanya orang kapal mau kemana? Dah, takpikir panjang akhirnya kami ikutan ajalah lah. Alhamdulillah nyampe juga diriku di Kota Sabang, Pulau Weh. Ujung barat Indonesia.....
Cerita Aceh dan Pulau Weh....
mohon maaf belum sempat dilengkapi,
ada gawean sekolah belum selesai
Pelabuhan Ulee Lheue, eh ikut kapal yuk.....




Nama Pelabuhan Ulee Lheue sering kita dengar adalah merupakan salah satu pantai yang terburuk dihantam tsunami Aceh 2004. Lokasinya sekira 10 km dari pusat kota Banda Aceh. Kami naik labi2 (angkot) dari terminal Keudah yang dekat dengan hotel ke Pelabuhan Ulee Lheue bayar seorang Rp 6000, sekira 20 menit. Angkot disini penumpang berada di belakang.
Pelabuhan Ulee Lheue kini sudah berbebah jadi bagus, walaupun pembangunan masih berjalan dan belum selesai. Rumah-rumah baru semua, awalnya habis kena tsunami seperti disiarkan dalam televisi maupun surat kabar, juga gambar2 yang masih bisa kami temui di beberapa tempat di Aceh. Ada kuburan masal di Ulee Lheue yang menjadi tempat istirahat terakhir ribuan korban. Sempat pula kami mampir di Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, satu2nya bangunan tersisa di kawasan tsb saat tsunami.
Sesampainya turun angkot di pelabuhan Ulee Lheue, perhatian kami serta merta beralih, dari indahnya pelabuhan yang sedang tumbuh menuju ”kapal itu mau kemana ya, ikut yuk”. Saat itu terdapat dua kapal yang bersandar, yang satu kapal fery yang besar dah siap berangkat, yang satu kapal cepat yang kayaknya masih sepi penumpang. Tanya sana-sini orang di sekitar, lalu ke loket dan ada wartawan pula yang baik hati menjelaskan.
Ternyata kapal-kapal itu mau ke Pulau Weh, kota Sabang. Sontak, rasa pengin itu menggelora, mumpung dah sampai sini. Ditambah lagi informasi bahwa pulau Weh (pulau sedikit menyerupai kayak huruf W) adalah pulau paling barat Indonesia, disana ada ujung KM 0 bagi NKRI (ingat dari Sabang sampai Merauke). Kalau sudah ke kota Sabang, maknanya kapan2 tinggal ke kota Merauke hehe lengkap dah dari Sabang sampai Merauke.
Kami segera mengkonfirmasi tiket dan jadwal berangkat, kalo Feri BRR perjalanan 2 jam Rp 18.500/28.000/36.500 (ekonomi/bisnis/eksekutif), adanya tinggal kelas eksekutif. Kalau Speed boat Pulo Rondo 45 menit Rp 65.000/75.000/85.000 (bisnis/eksekutif/VIP). Kita cari yang segera dan dah siap berangkat aja, yaitu fery BRR eksekutif @ Rp 36.500.
Nggak nyangka, ke Sabang pula kami, alhamdulillah.
Mengelilingi Baiturrahman; dapat peta, sarapan, souvenir


Suasana pagi banyak yang berfoto-foto ria juga [mungkin juga pendatang dan pelancong kayak kami]. Setelah puas foto diluar dan di dalam masjid, saatnya kami berurai keluar masjid. Kalo hotel kami disisi utara masjid, saatnya sekarang kami berurarai ke selatan masjid.
Eit, ada toko souvenir Aceh, boleh dong untuk referensi belanja nanti siang ato sore, terutama tas utk oleh saudara2 istri, kami mborong banyak bangets.
Sambil jalan2 lagi, terlihat di ujung jalan ada bangunan menarik kayak museum tsunami, tanya orang, alhamd ternyata benar dugaan kami, jarak hanya sekira 500 meter di selatan Masjid Baiturrahman.
Namun semuanya keinginan jalan2 ditunda dulu, saatnya makan lontong sayur dan hagatnya teh Rp 16.000 berdua di warung sebelah barat masjid sambil baca koran Seranbi Pase, koran lokal Aceh. Tak lupa disisi barat masjid ada Pasar Atjeh, pasar tertua di Banda Aceh.
Alhamdulillah, sekarang sekeliling daerah sisi masjid dari 4 penjuru (timur-barat, utara-selatan) sudah kita kuasai hehe.
Kami benernya sebelum berangkat telah berusaha mencari peta Aceh dan khususnya Banda Aceh, namun belum mendapatkan yang lengkap dengan resolusi tinggi. Alhamd, deket hotel saat jalan pulang, kami menjumpai toko buku, ada disana peta Aceh propinsi dan Kota Banda Aceh @ Rp 28.000. Lumayan untuk memantapkan arah dan tujuan selama di Aceh.
Alhamd pula, abang penjaga toko sangat ramah menjawab pertanyaan2 kami seputar tempat-tempat tujuan yang bisa kita singgahi, terutama untuk mengenang tsunami 26 Desember 2004 (6 tahun lalu). Kami juga tanya sedikit banyak terkait dengan angkutan-angkutan untuk mencapai tujuan2 tsb. Ada becak motor, penumpang max 2 orang ada di samping [di Medan juga ada] bisa mengantar kemanapun kita pergi dengan tarif biasa sesuai jarak. Ada labi-labi (angkutan kota) berbagai penjuru dengan tarif murah, terminal ada di Keudah dekat (sekira 300m) dengan hotel kami.
Depan hotel pula kami dapatkan toko souvenir aceh, lumayan untuk membandingkan harga dan saling melengkapi koleksi souvenir.
Shubuh di Masjid Baiturrahman




Kami dah siap jam 5 pagi untuk sholat Shubuh di Masjid Baiturrahman, tapi kok tidak terdengar adzan ya, mestinya dalam perhitungan kami belum kelewat. [Kami perkirakan, jika sebulan lalu di Jogja Shubuh jam 3.50, mungkin di Aceh karena jauh lebih barat mungkin shubuh jam5]. Namun kami tunggu lama takda adzan, akhirnya jam 5.10 kira-kira baru adzan, dah ngitu ngaji lama, o.. maknanya yang tadi adalah adzan awal sebelum adzan shubuh beneran.
Saat itu jamaah sudah ramai, banyak yang dah sholat fajar dan berdoa, sambil diiringi lantunan bacaan ayat Al Quran yang merdu. Tepat jam 5.30, dikumandangkan adzan shubuh yang sangat merdu dan mendayu-dayu, panjang sekali tarikan nafas sang bilal. Kemudian dilanjutkan sholat shubh berjamaah dan ceramah pagi.
Masjid Baiturrahman dalamnya terasa besar dan sangat megah, banyak tiang semakin memantapkan bangunan tersebut. Jamaah ramai walaupun shubuh apalagi sholat wajib lain. Cuman sayang toilet sangat terbatas, sedangkan tempat wudhu banyak tapi kurang bersih dikit, mungkin saking banyaknya pengunjung.
Friday, January 1, 2010
Jembatan Aceh; cantik warna warni lampu




Menikmati malam hari, setelah isya, kami jalan2 di kompleks masjid Baiturrahman. Tambah bagus aja ini masjid di malam hari dilengkapi dengan sinar lampu, subhanallah.
Kami lalu jalan kaki menyusuri jembatan Sungai Aceh, wow keren banget. Jembatan kayaknya masih baru dan kokoh. Yang lebih menarik lagi adalah lampu-lampunya di atas jembatan, juga tiang-tiang lampu di atas jalan yang artistik.
Eh, takcukup disitu, di pinggir-bawah jembatan seolah untuk menerangi kapal yang lewat, ada disitu lampu warna-warna yang indah banget membuat warna-warni air sungai, juga memberikan efek bangunan-bangunan deket sungai sehingga tampak berubah-ubah warnanya.
Di seberang jembatan ternyata daerahnya juga ramai banget. Ada tugu di tengah simpang lima (gaktahu tugu apa ya namanya?). Ada banyak tempat makan, ada waterboom, ada hotel juga [tapi lebih mahal euy]. Ada mall Pante Pirak yang ramai benget, orang kemruyuk disitu, kayak suasana mau lebaran. Ada juga tempat kongkow2 anak muda. Kami cuma lewat aja, jalan kaki, dan mampir di mall sebentar untuk beli buah, makanan, minuman, pakaian untuk persediaan selama 3 hari.
Cari Hotel, utara Masjid, samping Pasar Atjeh



Setelah Masjid Baiturrahman, perburuan selanjutnya adalah mencari tempat bersandar dan berlabuh untuk menginap. Berdasarkan informasi kasir di warung padang, ada hotel di kanan masjid, samping Bank BRI.
Kami sisir jalan disamping utara masjid, takhenti2 kami foto masjid. Subhanallah, melewati pasar Atjeh yang terletak persis di sebelah kanan masjid. Ini juga salah satu icon Banda Aceh. Pasar Atjeh khas dengan toko emas yang sangat banyak (sayang jalanan berdebu karena jalan rusak). Kalo malam banyak orang jualan baju dll seperti pasar malam. Yang juga khas adalah beberapa pedagang (susur?) menempati rumah2an kecil yang bagus banget motifnya.
Nah, masuk sedikit dari pasar Atjeh, di Jl. Cut Meutia, disitu ada Hotel Lading [awalnya kami dengernya Hotel Aladin]. Takada hotel lain yang kami lihat di dearah situ. Kayaknya ini memang hotel satu2nya dan terbesar di daerah situ. Lokasinya bagus, depan sungai Aceh, dekat dengan fasilitas perbankan, masjid, pasar,..
Tarif termurah, kamar tanpa AC dengan 3 tempat tidur Rp 150.000, sedang jika menggunakan AC Rp 225.000. Superior room Rp 300.000, dan paling mahal family/deluxe room Rp 350.000. Untuk mencoba rasa dan meningkatkan rasa syukur, kami gunakan yang murah pada malam pertama dan yang mahal pada malam kedua.
Berdasarkan informasi dari resepsionis, Hotel Lading dulu kena tsunami juga, tinggi air sampai 3 meter menenggelamkan bangunan lantai 1 pada bangunan 4 lantai tersebut. Alhamd takada korban jiwa saat itu karena semua orang langsung naik ke lantai 4.
Saatnya mandi dan rehat sejenak, kenalan dengan Banda Aceh dilanjutkan lagi ntar malam.
Masjid Besar Baiturrahman



Dari Airport memakan waktu sekira 30 menit naik mobil ke Masjid Baiturrahman di pusat kota Banda Aceh. Subhanallah bisa menikmati indahnya alam Aceh. Subhanallah kami benar-benar berada di kompleks Masjid Besar Baiturrahman, sekarang kami benar2 disini, bukan hanya liat di gambar atau di televisi.
Masjid Besar Baiturrahman berada di pusat kota dan merupakan icon utama Banda Aceh. Subhanallah sedemikian megahnya Masjid Besar Baiturrahman. Ruangan majid sangat besar, halaman sangat luas, ada 4 pintu dari 4 penjuru masjid.
Menurut cerita banyak sumber, saat tsunami masjid ini terbebas dari hembasan air tsunami, padahal tepat di luar bangunan masjid, tepatnya di bagian kolam air depan masjid, bahkan diluar pagar masjid, berserakan sebegitu banyak manusia maupun puing2 atau barang2 yang terseret tsunami dari pantai. Pantai terdekat dan terparah dilanda tsunami adalah pantai Ulee Lheue yang berjarak sekira 10 km.
Banyak pendatang maupun penduduk yang mengunakan areal halaman dan rerumputan masjid untuk mengadakan silarurahmi ataupun sekedar bincang-bincang dan makan bersama. Kami juga taksabar untuk mencicipi makan di bumi Aceh, segera mencari warung makan. Untuk kemudian hunting mencari tempat berlabuh (penginapan/hotel).
Alhamdulillah terlihat ada warung padang persis di depan gerbang timur masjid, tempat menginjak kaki saat pertama kami turun dari taxi. (warung Padang gakpapa, yang jual orang Jawa gakpapa, tapi makannya khan tetep di Aceh). Alhamd enak banget. Rp 30.000 berdua, rata2 segitu harga sekali makan di Aceh.
Untuk sementara yang ditampilkan adalah foto2 dari area luar kompleks masjid, foto yang lebih bagus dari pelataran masjid, bahkan di dalam masjid,.... sabar dulu yah.
Maafkan kami pak sopir taxi, smg pahala bagi dirimu
Icon yang terbayang di benak kami ketika mendengar Banda Aceh adalah Masjid Baiturrahman. Yah begitulah, akhirnya saya dan istri memutuskan untuk pertama-tama menuju ke Masjid Baiturrahman di pusat Kota Banda Aceh.
Tapi sayang sekali, di internet maupun di airport SIM, saya tidak mendapatkan peta detail beserta pilihan angkutan untuk memudahkan meng-eksplore keindahan Aceh.
Di Airport, (mungkin ada, tapi) kami gak liat ada taxi bener2 ada tulisannya ”TAXI”, gaktahu dimana kaunter taxi, juga tak tahu persis bayar berapa kalo ke kota (ada kawan bilang; taxi Rp 25.000, angkutan kota Rp 10.000 tapi harus keluar dulu dari arena bandara).
Tatkala ada orang setia mengikuti kami keluar airport, menawarkan jasa taxi Rp 70.000, saya jadi heran, kok mahal ya. Kami juga ditunjukkan satu lembar tarif resmi (dia bilang begitu) bahwa Airpot-Kota Rp 70.000, gaktahu benar-tidaknya.
Akhirnya kami rehat dulu di kursi pengunjung di luar, eh masih dikuntit. Mau ke toilet juga dikuntit, wah setia sekali bapak ini cari penumpang. Akhirnya kami coba tawar dan dapat harga Rp 50.000. saat itu kami senang berhasil menawar.
[namun akhirnya kami menyesal, kenapa kami pelit banget saat itu. Padahal tarif Rp 70.000 kayaknya itu memang tarif resmi, soalnya ketika kami coba tanya ke resepsionis hotel tempat kami menginap saat kami mau balik minta dicarikan taxi ke airport, harganya memang segitu. Maafkn kami saudaraku, semoga menjadi pahala kebaikan bagimu, amien]
Tapi sayang sekali, di internet maupun di airport SIM, saya tidak mendapatkan peta detail beserta pilihan angkutan untuk memudahkan meng-eksplore keindahan Aceh.
Di Airport, (mungkin ada, tapi) kami gak liat ada taxi bener2 ada tulisannya ”TAXI”, gaktahu dimana kaunter taxi, juga tak tahu persis bayar berapa kalo ke kota (ada kawan bilang; taxi Rp 25.000, angkutan kota Rp 10.000 tapi harus keluar dulu dari arena bandara).
Tatkala ada orang setia mengikuti kami keluar airport, menawarkan jasa taxi Rp 70.000, saya jadi heran, kok mahal ya. Kami juga ditunjukkan satu lembar tarif resmi (dia bilang begitu) bahwa Airpot-Kota Rp 70.000, gaktahu benar-tidaknya.
Akhirnya kami rehat dulu di kursi pengunjung di luar, eh masih dikuntit. Mau ke toilet juga dikuntit, wah setia sekali bapak ini cari penumpang. Akhirnya kami coba tawar dan dapat harga Rp 50.000. saat itu kami senang berhasil menawar.
[namun akhirnya kami menyesal, kenapa kami pelit banget saat itu. Padahal tarif Rp 70.000 kayaknya itu memang tarif resmi, soalnya ketika kami coba tanya ke resepsionis hotel tempat kami menginap saat kami mau balik minta dicarikan taxi ke airport, harganya memang segitu. Maafkn kami saudaraku, semoga menjadi pahala kebaikan bagimu, amien]
Airport Banda Aceh: Sultan Iskandar Muda
Cerita tentang Aceh, saya mulai dari Airport. Nama airport diambil dari nama Pahlawan Besar dari Aceh, yaitu Sultan Iskandar Muda (SIM). Airport SIM ini terletak di daerah Blang Bintang, masuk Kabupaten Aceh Besar. Kab. Aceh Besar sangat luas, daerahnya melingkupi Kota Banda Aceh di sisi timur-barat dan selatan.
Airport SIM sangat bagus dan megah, padahal pembangunan belum selesai. Terbayang, betapa indahnya kelak jika benar-benar telah selesai semua pembangunannya, bisa jadi bandara termegah di Sumatera. Landasan pacu juga panjang banget. Ruang check-in bagus, ruang tunggu bagus lengkap dengan seni atap dan tiang-tiangnya. Halaman parkir sangat luas.
Airport SIM sangat bagus dan megah, padahal pembangunan belum selesai. Terbayang, betapa indahnya kelak jika benar-benar telah selesai semua pembangunannya, bisa jadi bandara termegah di Sumatera. Landasan pacu juga panjang banget. Ruang check-in bagus, ruang tunggu bagus lengkap dengan seni atap dan tiang-tiangnya. Halaman parkir sangat luas.
Thn baru ke Banda Aceh



Alhamdulillaahi rabbil 'aalamien....
Kami mendarat dengan selamat di Airport Sultan Iskandar Muda (SIM) dengan penerbangan Air Asia AK 305 Kuala Lumpur to Banda Aceh, perjalanan sekira 1.5 jam. Subhanallah, kesampaian juga akhirnya saya dan istri menginjakkan kaki di bumi Aceh, tanah rencong, Serambi Mekah, provinsi paling ujung utara-barat Republik Indonesia.
Tahun baru 2010, seperti biasa kami lewatkan biasa saja, takpernah menantikan teriakan/kongkow2 anak-anak muda, terompet, ataupun kembang api yang mubadzir. Justru, kami lebih suka jalan2 aja menikmati indahnya karunia Allah, berupa kekayaan alam dan budaya Indonesia, soalnya penjelajahan Malaysia sudah kelar.
Jika Tahun baru 2009 lalu kami ke Tanjung Balai Karimun dan Batam (Prov. Kepulauan Riau), tahun baru 2010 kami ke Banda Aceh (Prov. Nanggroe Aceh Darussalam). Untuk tahun2 selanjutnya akan diselesaikan seluruh daerah dari provinsi Aceh hingga Papua, dari kota Sabang sampe Merauke.
Ingat Aceh, ingat Masjid Besar Baiturrahman, tsunami 26 Desember 2004 (6 thn lalu), Pulau Sabang (lagu: dari Sabang sampe Merauke), dll..... semua ada disana dan Alhamdulillah bisa kami kunjungi.
[perjalanan dan pengalaman kami akan diceritakan dalam beberapa postingan bertahap disela-sela writing thesis; kalo lagi tak mood nulis thesis, energi positif dilarikan ke nulis blog]
Wednesday, December 30, 2009
Selamat jalan Gus Dur
Dari berbagai sumber berita:
innalillaahi wa inna ilaihi raaji'uun....
Telah meninggal dunia
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam usia 83 tahun.
Presiden RI ke-4
Semoga diterima dan dlipatgandakan semua amal ibadah, diampuni segala dosa, amien.
semoga kita semua bisa mengambil hikmah dan mempersiapkan diri dengan baik...
"kita yang masih hidup sebenarnya tinggal menunggu giliran"
innalillaahi wa inna ilaihi raaji'uun....
Telah meninggal dunia
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam usia 83 tahun.
Presiden RI ke-4
Semoga diterima dan dlipatgandakan semua amal ibadah, diampuni segala dosa, amien.
semoga kita semua bisa mengambil hikmah dan mempersiapkan diri dengan baik...
"kita yang masih hidup sebenarnya tinggal menunggu giliran"
Sunday, December 27, 2009
Perlunya Web Check-in (Online)
Mulai lebaran kemarin, setiap hendak pergi menggunakan jasa penerbangan, jika ada kemudahan koneksi internet, saya menggunakan fasilitas web check-n (atau check in online). Lumayan membuat kita lebih leluasa datang ke airport takburu-buru mesti 45 menit sebelum penerbangan.
Saat bawa bagasi, baru kita mesti ikut aturan check-in 2jam hingga 45 menit sebelum takeoff, tapi jika tanpa bagasi, saya dah menanyakan ke kaunter bahwa takperlu mampir ke kaunter check-in lagi, boleh langsung ke imigrasi dan ruang tunggu.
Pengalaman-pengalaman pahit terlambat ke airport ini mungkin perlu kita jadikan pelajaran betapa pentingnya web check-in;
1. temen kost 2 orang nak balik kampung ke Sabah, terlambat ke airport karena jam, hanguslah tiket, mesti beli lagi utk hari lain.
2. teman ketinggalan pesawat karena datang 35 menit sebelum takeoff, kaunter dah tutup, akhirnya mesti cari penerbangan lain, dah tertunda, suruh bayar lagi.
Tapi yang penting dari kesemuanya itu adalah "datang awal dan menunggu di airport lebih baik, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (misalnya, macet jalan atau ngadat kendaraan)"
Saat bawa bagasi, baru kita mesti ikut aturan check-in 2jam hingga 45 menit sebelum takeoff, tapi jika tanpa bagasi, saya dah menanyakan ke kaunter bahwa takperlu mampir ke kaunter check-in lagi, boleh langsung ke imigrasi dan ruang tunggu.
Pengalaman-pengalaman pahit terlambat ke airport ini mungkin perlu kita jadikan pelajaran betapa pentingnya web check-in;
1. temen kost 2 orang nak balik kampung ke Sabah, terlambat ke airport karena jam, hanguslah tiket, mesti beli lagi utk hari lain.
2. teman ketinggalan pesawat karena datang 35 menit sebelum takeoff, kaunter dah tutup, akhirnya mesti cari penerbangan lain, dah tertunda, suruh bayar lagi.
Tapi yang penting dari kesemuanya itu adalah "datang awal dan menunggu di airport lebih baik, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (misalnya, macet jalan atau ngadat kendaraan)"
Friday, December 25, 2009
PPI UTM; Lomba 6 sehat 7 sempurna
25-27 Desember 2009, PPI UTM ngadakan lomba 6 sehat 7 sempurna.
Beberapa cabang dilombakan, yang saya ikuti adalah
1. Futsal, merger dg kelompok lawan sama2 postgraduate, maju semifinal tapi kalah 3-2 dari temen2 S1, diminta tanding untuk rebut juara 3 dah takda cukup stamina, kita ikhlas aja, nomor 4 takpelah
2. Bulutangkis, masuk babak kualifikasi berpasangan dengan Anas Albatamy melawan duet Pak Heru/Ahmad, kami kalah. Mencoba peruntungan dengan mengikuti kualifikasi lagi dengan berpasangan dengan pak Anton melawan duet pak Prabowo/Novizon, kalah lagi.... waduh kok kalah terus kie
3. Tennis, karena waktu tanding bersamaan dengan futsal, dengan kebesaran jiwa kami kalah W-O hehehe
4-5-6 Pingpong, Volley, Basket nggak bisa dan nggak ikut.
7. Lomba masak... nggak suka masak, sukanya makan masakan hehe.
Alhamdulillah badan serasa enak n seger setelah olahraga [harusnya]. Nyatanya pegel2 juga nih.
Beberapa cabang dilombakan, yang saya ikuti adalah
1. Futsal, merger dg kelompok lawan sama2 postgraduate, maju semifinal tapi kalah 3-2 dari temen2 S1, diminta tanding untuk rebut juara 3 dah takda cukup stamina, kita ikhlas aja, nomor 4 takpelah
2. Bulutangkis, masuk babak kualifikasi berpasangan dengan Anas Albatamy melawan duet Pak Heru/Ahmad, kami kalah. Mencoba peruntungan dengan mengikuti kualifikasi lagi dengan berpasangan dengan pak Anton melawan duet pak Prabowo/Novizon, kalah lagi.... waduh kok kalah terus kie
3. Tennis, karena waktu tanding bersamaan dengan futsal, dengan kebesaran jiwa kami kalah W-O hehehe
4-5-6 Pingpong, Volley, Basket nggak bisa dan nggak ikut.
7. Lomba masak... nggak suka masak, sukanya makan masakan hehe.
Alhamdulillah badan serasa enak n seger setelah olahraga [harusnya]. Nyatanya pegel2 juga nih.
Sunday, December 20, 2009
Sunway (Pyramid) Convention Centre


Ini dia convention centre yang ada di dalam mall Sunway Pyramid, ada yang menyebut Sunway Pyramid Convention Centre atau Sunway Convention Centre ajah.
Letaknya di bagian atas-belakang mall, tempatnya lumayan adhem dan senyap, cocok untuk ngadakan acara yang serius, sementara jika melihat keluar lewat jendela nampak banyak permainan menggoda untuk cuti bersama keluarga di Sunway Lagoon.
Sunway; ada pyramid, convention centre, lagoon




Walaupun kaki agak sakit entah kenapa, keinginan untuk jalan2 menemani istri takterkalahkan. [alhamdulillah setelah pulang, malah sembuh, obat sakit ternyata cukup dengan jalan2, alhamd]
Kita berniat mencari lokasi Sunway Convention Centre, tengah Januari 2010 istri rencana akan ada seminar para dokter gigi disitu.
Naik KTM turun di Sts. Subang Jaya dari Sts Putra RM 3. Begitu turun, lihat bus mini ada tulisan Sunway pyramid, sunway hospital, Subang Jaya. Udahlah, asal naik aja, kita bilang nak ke Sunway pyramid, bayar cuma RM 0.80.
Sekira 15 menit, sampailah ada satu patung singa besar, kayak patung di Mesir, ada pyramid-nya, okelah kami turun aja, mau liat singa dulu heheh.
Tanya security, ternyata ini adalah mall Sunway Pyramid. Kami tanya tentang Sunway Convention Centre, alhamdulillah ternyata ruangan ada di dalam mall.
Yang juga menyenangkan adalah, ternyata Sunway Lagoon tempat bermain ada di belakan mall tersebut. siplah, sekali tujuan, banyak yang bisa digapai.
Terlihat juga di belakang mall ada Sunway Hospital dan Sunway University College
Friday, December 18, 2009
Libur 1 Muharam 1431 H ke Pelabuhan Klang




Hari ini libur 1 Muharam 1431 H.
Selepas sholat jum'at di Masjid Kampung Baru KL, saya dan istri menikmati liburan dengan jalan-jalan ke Pelabuhan Klang di ujung barat Negeri Selangor. Naik LRT dari Kampung Baru menuju KL Sentral, kemudian dilanjutkan dengan keretapi KTM.
Ada dua kejadian yang nggak pas tapi alhamdulillah bisa dinikmati dan diselesaikan, ada hikmahnya;
1. Beli tiket bilang Klang, eh ternyata Klang (kota) dan Pelabuhan Klang (ujung stasiun) itu stasiun yang berbeda, selisih 4 stasiun. Btw, takmasalah, malahan bisa jalan2 di kota Klang, makan, sholat, dll.
2. Mau berangkat yang dipikirkan adakah memori camera cukup, eh ternyata sampai di Klang, batre yang habis bis bis. Yah, takpa, alhamdullah istri bawa HP camera walau memori dan resolusi terbatas, tapi itupun cukup untuk menyimpan kenangan.
Pelabuhan Klang lumayan ramai, maksudnya ramai kapalnya banyak, kayaknya untuk bongkar muat barang. Kalo utk penyebarangan orang, rada sepi. Pelabuhan juga sedang dalam tahap renovasi.
Berdasarkan ngobrol kami dengan penjual jagung rebus yang sedap, rute penyeberangan penumpang yang dilayani adalah melancong ke Pulau Ketam (Malaysia) Rm 7, Dumai (Riau) RM 180an pp sekira 4 jam perjalanan, dan ke Tanjung Balai Asahan (Sumatera Utara).
Kami hanya tengok-tengok sahaja, nak naik kapal takut cuaca di laut akhir2 ini kurang bagus.
Thursday, December 17, 2009
Met Tahun Baru 1431 H
Semoga dengan semangat di tahun baru Hijriyah ini, kita bener2 bisa lebih baik daripada tahun2 sebelumnya, amien.
Thursday, December 10, 2009
HANTAR NOTIS SUBMIT THESIS
Setelah bimbingan thesis intensif sejak 11 Nov 2009 (sebulan cuma 5x, karena diselingi pulkam), alhamdulillah sudah menghasilkan progress berupa HANTAR NOTIS SUBMIT.
Yang paling penting dalam 5x pertemuan tsb adalah menghasilkan ringkasan/abstrak thesis or summary of thesis, dan usulan internal/external examiner, masing-masing 3 orang.
Yang paling penting dalam 5x pertemuan tsb adalah menghasilkan ringkasan/abstrak thesis or summary of thesis, dan usulan internal/external examiner, masing-masing 3 orang.
Wednesday, December 2, 2009
mendarat lagi di KL, batuk flu menyerang
Alhamdulillah, siang ini saya dan istri mendarat lagi di KL. Walaupun sedikit mendung, alhamdulillah perjalanan bersama airasia lancar. Kami dengan santainya istrirahat dulu di LCCT, sholat dhuhur, dan makan siang bekal nasi gudeg dari Jogja dan nasi bekal dari ibu, duh nikmatnya.
Yang tidak enak, cuti/pulkam yang terbatas padahal agenda yang padat dan banyak tempat (Jogja, Wonosobo, Sragen), kadang membuat makan dan istirahat kurang/tidak teratur, akhirnya badan lemah. Tapi alhamdulillah, hanya sakit biasa batuk dan flu, ditunggu beberapa hari insyaAllah antibodi tubuh akan memenangkannya karena memang saya takmau minum obat. Saya percaya, tubuh punya kemampuan utk melawan, kuncinya makan cukup dan istirahat cukup. Alhamdulillah selama ini demikian dan akhirnya jarang sakit, kecuali badan betul2 drop.
Ya rehat dulu di rumah istri di KL, ahad balik ke UTM JB utk neruskan nggarap thesis.
Yang tidak enak, cuti/pulkam yang terbatas padahal agenda yang padat dan banyak tempat (Jogja, Wonosobo, Sragen), kadang membuat makan dan istirahat kurang/tidak teratur, akhirnya badan lemah. Tapi alhamdulillah, hanya sakit biasa batuk dan flu, ditunggu beberapa hari insyaAllah antibodi tubuh akan memenangkannya karena memang saya takmau minum obat. Saya percaya, tubuh punya kemampuan utk melawan, kuncinya makan cukup dan istirahat cukup. Alhamdulillah selama ini demikian dan akhirnya jarang sakit, kecuali badan betul2 drop.
Ya rehat dulu di rumah istri di KL, ahad balik ke UTM JB utk neruskan nggarap thesis.
Tuesday, December 1, 2009
Urus Cuti/Selang Kuliah adik
Hari ini saya ke UNS Solo utk mengurus cuti (=selang, istilah di UNS) bagi adik ragil saya Surono di Teknik Sipil UNS.
sedikit cerita,
Bawa tas ransel seperti mahasiswa dan emang tampang masih muda/kecil hehe, gak enak karena dicuekin dan diperlakukan sepertihalnya mahasiswa situ. "cari siapa?", "tak tahu lah", itulah diantara jawaban yang saya dapat ketika bertanya karena lama saya menunggu tidak adanya dosen wali/pembimbing akademik/ketua jurusan, kantor TU yang tutup. Tapi semua saya sikapi santai saja, yg mereka hadapi khan orang banyak dan bawa permasalahan yang beragam.
Alhamdulillah secara umum lancar. Saya bisa menjumpai kaprodi yang ramah dan diskusi banyak tentang perkembangan studi adik saya dan beliau sangat membantu menguruskan cuti kuliah. Teringat saya juga pernah jadi dosen dan kaprodi. Setelah TU buka (sebelumnya pada njagong manten?) saya bisa dapatkan rekap transkrip nilai dan tugas/praktikum, kami diskusikan dan beliau meng-acc permohonan cuti.
Fotocopy slip SPP semester lalu 4x OK, minta legalisir fakultas OK, dan tinggal menunggu pengantar dekan, insyaAllah besok pagi surat pengantar dah bisa diambil utk kemudian mungkin bayar SPP. Saya heran, ternyata kalo cuti tetep bayar SPP tho, saya kira free mengingat kadang ada alasan cuti adalah tidak ada/kesulitan biaya.
Ingat kalimat penggungah semangat dari dosen saya di ITB dan salah satu yang jadi bahan obrolan kami; "Selama Anda masih berniat dan sungguh2 utk lulus, insyaAllah bisa lulus. Kampus akan membantu semaksimal yang kami bisa agar semua bisa menyelesaikan kuliah dengan baik". Teringat diriku yg saat ini juga masih kuliah....
sedikit cerita,
Bawa tas ransel seperti mahasiswa dan emang tampang masih muda/kecil hehe, gak enak karena dicuekin dan diperlakukan sepertihalnya mahasiswa situ. "cari siapa?", "tak tahu lah", itulah diantara jawaban yang saya dapat ketika bertanya karena lama saya menunggu tidak adanya dosen wali/pembimbing akademik/ketua jurusan, kantor TU yang tutup. Tapi semua saya sikapi santai saja, yg mereka hadapi khan orang banyak dan bawa permasalahan yang beragam.
Alhamdulillah secara umum lancar. Saya bisa menjumpai kaprodi yang ramah dan diskusi banyak tentang perkembangan studi adik saya dan beliau sangat membantu menguruskan cuti kuliah. Teringat saya juga pernah jadi dosen dan kaprodi. Setelah TU buka (sebelumnya pada njagong manten?) saya bisa dapatkan rekap transkrip nilai dan tugas/praktikum, kami diskusikan dan beliau meng-acc permohonan cuti.
Fotocopy slip SPP semester lalu 4x OK, minta legalisir fakultas OK, dan tinggal menunggu pengantar dekan, insyaAllah besok pagi surat pengantar dah bisa diambil utk kemudian mungkin bayar SPP. Saya heran, ternyata kalo cuti tetep bayar SPP tho, saya kira free mengingat kadang ada alasan cuti adalah tidak ada/kesulitan biaya.
Ingat kalimat penggungah semangat dari dosen saya di ITB dan salah satu yang jadi bahan obrolan kami; "Selama Anda masih berniat dan sungguh2 utk lulus, insyaAllah bisa lulus. Kampus akan membantu semaksimal yang kami bisa agar semua bisa menyelesaikan kuliah dengan baik". Teringat diriku yg saat ini juga masih kuliah....
Monday, November 30, 2009
Info Daftar Haji di BRI dan Depag Sragen
Bersama Lik Sulud dan Pakde Sam, saya ajak mereka ke Bank BRI Sragen (sesuai rekomendasi Mas Mulyono) sbg tempat buka rekening Tabungan Haji. Bank ramai banget orangnya.... Saya ajak mereka agar siap dengan syarat dan prosedur daftar haji secara lengkap dan bisa dipersiapkan dengan baik.
Informasi yang kita dapatkan, buka Tabungan Haji agar bisa diproses utk dapat nomor porsi (sederhanaya; dapat jatah berangkat tahun berapa) adalah Rp 20,1 juta. Kami minta form/blangko isian untuk buka Tab Haji sebanyak 7 utk kita isi di rumah, sehingga besok kembali ke bank sudah diisi lengkap beserta syarat2nya (cuma KTP dan copy 6x). Alhamdulillah, kami dikasih form dan malah diajarin mengisinya, mana-mana yang takperlu diisi, mana-mana tandatangan (soalnya ada sekira 4 lembar dan tandatangan sekira 7 tempat berbeda). Diharapkan besok semua bisa datang langsung/tidak diwakilkan.
Kemudian kami disarankan untuk ke Depag di kompleks rumah Bupati Sragen. Sayangnya, kami tidak bisa minta form SPPH (singkatan apa ya, mungkin Surat Pendaftaran Peserta Haji) tanpa adanya KTP asli, takpalah yang penting dah tahu prosedurnya. Syaratnya juga hanya KTP asli, KK atau foto katanya belum diperlukan.
Informasi awal di BRI, utk pendafatarn sekarang yang dibuka untuk haji tahun 2012, karena tahun 2010 dan 2011 sudah penuh. Tahun 2012 pun sudah hampir penuh, waduh kudu cepet2 daftar nih. Info ini akhirnya dipertegas di Depag. Kuota propinsi Jateng sekira 29.300 jamaah/tahun. Tahun 2012 tinggal tersisa 4000-an kursi (data 24Nov09, sehari sblm libur idul adha).
Alhamdulillah, saya dah lega menunjukkan jalan, prosedur, dan syaratnya, sehingga utk proses selanjutnya bisa diteruskan sendiri/didampingi yang lain.
Informasi yang kita dapatkan, buka Tabungan Haji agar bisa diproses utk dapat nomor porsi (sederhanaya; dapat jatah berangkat tahun berapa) adalah Rp 20,1 juta. Kami minta form/blangko isian untuk buka Tab Haji sebanyak 7 utk kita isi di rumah, sehingga besok kembali ke bank sudah diisi lengkap beserta syarat2nya (cuma KTP dan copy 6x). Alhamdulillah, kami dikasih form dan malah diajarin mengisinya, mana-mana yang takperlu diisi, mana-mana tandatangan (soalnya ada sekira 4 lembar dan tandatangan sekira 7 tempat berbeda). Diharapkan besok semua bisa datang langsung/tidak diwakilkan.
Kemudian kami disarankan untuk ke Depag di kompleks rumah Bupati Sragen. Sayangnya, kami tidak bisa minta form SPPH (singkatan apa ya, mungkin Surat Pendaftaran Peserta Haji) tanpa adanya KTP asli, takpalah yang penting dah tahu prosedurnya. Syaratnya juga hanya KTP asli, KK atau foto katanya belum diperlukan.
Informasi awal di BRI, utk pendafatarn sekarang yang dibuka untuk haji tahun 2012, karena tahun 2010 dan 2011 sudah penuh. Tahun 2012 pun sudah hampir penuh, waduh kudu cepet2 daftar nih. Info ini akhirnya dipertegas di Depag. Kuota propinsi Jateng sekira 29.300 jamaah/tahun. Tahun 2012 tinggal tersisa 4000-an kursi (data 24Nov09, sehari sblm libur idul adha).
Alhamdulillah, saya dah lega menunjukkan jalan, prosedur, dan syaratnya, sehingga utk proses selanjutnya bisa diteruskan sendiri/didampingi yang lain.
Sunday, November 29, 2009
Mutar otak.....alhamd ada niat, ada solusi
Tiga hari terakhir telah membuat diriku pening dan mesti muter otak dengan kencang. Ada yang uangnya takcukup, ada yang syaratnya belum lengkap, dll semua dicari solusi. Ortu sedang takda cukup uang cash @ Rp 20 juta untuk daftar haji, maklum petani simpanannya hanyalah sawah/kebun yang takbisa diuangkan dengan cepat.
Tapi alhamdulillah, dengan kesungguhan hati dan niat ikhlas utk ibadah haji memenuhi panggilan Allah, juga keihklasan saling membantu tanpa memberatkan lainnya, solusi akhirnya kita dapatkan. Keinginan untuk ber-7 dalam 1 rombongan insyaAllah bisa dilanjutkan prosesnya.
InsyaAllah akan berjuang bersama;
1,2. Bapak, Ibu
3,4. Paklik Sulud, Bulik
5,6,7. Pakde Sam, Bude, simbah
Bersyukur pada-Mu ya Allah.....
Tapi alhamdulillah, dengan kesungguhan hati dan niat ikhlas utk ibadah haji memenuhi panggilan Allah, juga keihklasan saling membantu tanpa memberatkan lainnya, solusi akhirnya kita dapatkan. Keinginan untuk ber-7 dalam 1 rombongan insyaAllah bisa dilanjutkan prosesnya.
InsyaAllah akan berjuang bersama;
1,2. Bapak, Ibu
3,4. Paklik Sulud, Bulik
5,6,7. Pakde Sam, Bude, simbah
Bersyukur pada-Mu ya Allah.....
Wednesday, November 25, 2009
balek kampung jogja
Pagi ini balik kampung Jogja. Kami sudah check-in via internet, sehingga nyantai aja datang ke bandara tidak harus 45menit sebelumnya, kecuali kalo bawa bagasi ya harus datang awal.
Perjalanan alhamdulillah lancar, mendung dikit, walau nggronjal2 dikit agak takut juga nih. Di Jogja dijemput adik, langsung makan dan ke toko pakaian muslim cari oleh2.
Agendanya ke Wonosobo sholat ied dan beberapa hari disana, istri biar melepas rindu dengan keluarga full di Wonosobo, setelah itu (saya seorang) ke Sragen urus daftar haji bp/ibu dan paklik/bulik Sulud dan urus adik Surono yang minta dikirimin uang utk beli motor di Papua.
Perjalanan alhamdulillah lancar, mendung dikit, walau nggronjal2 dikit agak takut juga nih. Di Jogja dijemput adik, langsung makan dan ke toko pakaian muslim cari oleh2.
Agendanya ke Wonosobo sholat ied dan beberapa hari disana, istri biar melepas rindu dengan keluarga full di Wonosobo, setelah itu (saya seorang) ke Sragen urus daftar haji bp/ibu dan paklik/bulik Sulud dan urus adik Surono yang minta dikirimin uang utk beli motor di Papua.
Sunday, November 15, 2009
Sikap/sifat orangtua thd anak
ada buat tulisan sedikit Orang Tua terhadap Anak
1. Ikhlas Mencintai
Apapun kondisi anak, kasih sayang orang tua tetap mengalir, ikhlas tanpa paksaan. Selalu “dikudang”; anakku sing gantheng dhewe, sing ayu dhewe, sing pinter dhewe, dll. Ingat iklannya TM saat ramadhan; tentang burung Pipit; cinta tulus seorang ayah-ibu, si anak kadang berbeda memperlakukan orangtua disaat sudah dewasa. Nyanyi: kasih ibu kepada beta, takterkira sepanjang masa….. Hanya memberi….
2. Ikhlas Memberi
Apapun keperluan anak, akan diusahakan semaksimal mungkin hingga keinginan anak terpenuhi. Jika nangis buru2 didekati ada apa, haus disusui, dingin “diklambeni”
Berapapun berat dan besarnya biaya sekolah, disanggupi. Ingat tentang kawan yang mau sekolah tapi beasiswa belum ada kepastian dapat-tidak, maka tanpa sepengetahuan anak, orangtua di kampung di tengah malam mencari pinjaman ke banyak tetangga.
3. Sabar membimbing
Mengeja kata demi kata, hingga bisa manggil “ba – pak”, “I - bu”. Dengan sukacita membantu berdiri, berjalan, …. Mengajari naik sepeda, menemani belajar yang remeh temeh, ngantar sekolah…. Sabar menghadapi kenakalan kita
4. Ngalahan dengan anak
Kalo ada makanan/buah/dll, yang terbaik diberikan kepada anak. Ada uang sedikit untuk membeli alat rumah tangga, eh kalah dengan seragam sekolah. Sepeda rusak, sila pakai sepeda bapak saja, sarung kotor sila pakai sarung bapak saja. Rumah seadanya takpa, makan seadanya takpa,… asal anak terus sekolah
5. Tak Berharap Balasan
Iklan “daftar keperluan saya yang tak dipenuhi ayah” dibalas ”maaf tidak bisa memenuhi, tapi kami sudah berusaha memberikan kamu dengan daftar berikut yg sedemikian banyak”...Setitik air susu ibu sekiranya tidak cukup jika dibalas dengan harta berapapun besarnya
Hikmah
Kita sebagai ayah: (bagi yg sudah punya anak)
semoga menjadi ayah terbaik bagi anak-anak yang diamanahkan Allah
Sebagai anak;
Doa, perhatian, sering kontak, sedikit oleh-oleh jika pulang, …..berbakti pada orang tua
Menjadikan diri sebagai anak sholeh maka akan menjadi amal jariyah bagi orang tua kita
Memberi nafkah kedua orang tua itu, jika keduanya miskin, sedangkan anak dalam keadaan lapang.
1. Ikhlas Mencintai
Apapun kondisi anak, kasih sayang orang tua tetap mengalir, ikhlas tanpa paksaan. Selalu “dikudang”; anakku sing gantheng dhewe, sing ayu dhewe, sing pinter dhewe, dll. Ingat iklannya TM saat ramadhan; tentang burung Pipit; cinta tulus seorang ayah-ibu, si anak kadang berbeda memperlakukan orangtua disaat sudah dewasa. Nyanyi: kasih ibu kepada beta, takterkira sepanjang masa….. Hanya memberi….
2. Ikhlas Memberi
Apapun keperluan anak, akan diusahakan semaksimal mungkin hingga keinginan anak terpenuhi. Jika nangis buru2 didekati ada apa, haus disusui, dingin “diklambeni”
Berapapun berat dan besarnya biaya sekolah, disanggupi. Ingat tentang kawan yang mau sekolah tapi beasiswa belum ada kepastian dapat-tidak, maka tanpa sepengetahuan anak, orangtua di kampung di tengah malam mencari pinjaman ke banyak tetangga.
3. Sabar membimbing
Mengeja kata demi kata, hingga bisa manggil “ba – pak”, “I - bu”. Dengan sukacita membantu berdiri, berjalan, …. Mengajari naik sepeda, menemani belajar yang remeh temeh, ngantar sekolah…. Sabar menghadapi kenakalan kita
4. Ngalahan dengan anak
Kalo ada makanan/buah/dll, yang terbaik diberikan kepada anak. Ada uang sedikit untuk membeli alat rumah tangga, eh kalah dengan seragam sekolah. Sepeda rusak, sila pakai sepeda bapak saja, sarung kotor sila pakai sarung bapak saja. Rumah seadanya takpa, makan seadanya takpa,… asal anak terus sekolah
5. Tak Berharap Balasan
Iklan “daftar keperluan saya yang tak dipenuhi ayah” dibalas ”maaf tidak bisa memenuhi, tapi kami sudah berusaha memberikan kamu dengan daftar berikut yg sedemikian banyak”...Setitik air susu ibu sekiranya tidak cukup jika dibalas dengan harta berapapun besarnya
Hikmah
Kita sebagai ayah: (bagi yg sudah punya anak)
semoga menjadi ayah terbaik bagi anak-anak yang diamanahkan Allah
Sebagai anak;
Doa, perhatian, sering kontak, sedikit oleh-oleh jika pulang, …..berbakti pada orang tua
Menjadikan diri sebagai anak sholeh maka akan menjadi amal jariyah bagi orang tua kita
Memberi nafkah kedua orang tua itu, jika keduanya miskin, sedangkan anak dalam keadaan lapang.
Surono terbang ke Papua
Hari ini, Surono adikku ragil terbang ke Papua.
Takpernah sekalipun Surono jauh dari orangtua, sekali pergi langsung jauh di ujung timur Indonesia. Berangkat naik travel tadi malam dari Sragen ke Surabaya, kemudian pagi hari ini terbang dengan Merpati rute Surabaya-Makassar (1.5jam-an) dilanjutkan Makassar-Timika (3.5jaman). Biaya pesawat (include travel dari Sragen) Rp 2.6juta, biaya ini sangatlah mahal (padahal penerbangan domestik) dibandingkan dengan penerbangan ke negara tetangga (malaysia, Singapore). Bukti, bahwa Indonesia sangat luas (mungkin juga bukti: tiket pesawat di Indonesia mahal).
Bismillah, Surono akan mencoba berjuang meniti masa depan di Papua, tepatnya Timika.
Semoga tambah dewasa dan siap menempuh hidup masa depan dengan lebih baik. Doa kami sekeluarga menyertaimu. Semoga sukses, amien ya rabbal Alamien.
Takpernah sekalipun Surono jauh dari orangtua, sekali pergi langsung jauh di ujung timur Indonesia. Berangkat naik travel tadi malam dari Sragen ke Surabaya, kemudian pagi hari ini terbang dengan Merpati rute Surabaya-Makassar (1.5jam-an) dilanjutkan Makassar-Timika (3.5jaman). Biaya pesawat (include travel dari Sragen) Rp 2.6juta, biaya ini sangatlah mahal (padahal penerbangan domestik) dibandingkan dengan penerbangan ke negara tetangga (malaysia, Singapore). Bukti, bahwa Indonesia sangat luas (mungkin juga bukti: tiket pesawat di Indonesia mahal).
Bismillah, Surono akan mencoba berjuang meniti masa depan di Papua, tepatnya Timika.
Semoga tambah dewasa dan siap menempuh hidup masa depan dengan lebih baik. Doa kami sekeluarga menyertaimu. Semoga sukses, amien ya rabbal Alamien.
Thursday, November 12, 2009
Jam3 pagi, Lik Sulud: "Saya mau ikut haji bareng pakdhe"
Subhanallah.....
Pagi-pagi buta jam 3, saat tidur saya dikagedkan oleh dering HP, siapa ya gak ada jelas nomornya. Ternyata setelah saya angkat, Lik Sulud disana menyampaikan kabar bahwa beliau merasa terpanggil untuk segera menunaikan ibadah haji. Setelah ditinggal pergi selamanya oleh anak pertama (Sulastri) beberapa hari lalu, muncul kesadaran bahwa apa yang ada dan dimiliki di dunia tidak akan kekal. "apa maneh sing digoleki".
Nggak tahu dari siapa beliau dapat info, beliau mengatakan bahwa Pakdhe (Bapak saya) akan menunaikan ibadah haji (tepatnya akan mendaftar, sudah berniat), oleh karenanya beliau ingin sekali untuk mendaftar bersama dan berangkat bersama. insyaAllah begitu mendaftar akan langsung dilunasi untuk beliau dan istri.....
subhanallah, bahagianya hati ini, telah Kau buka pintu hati hamba-hamba-Mu ya Allah, semoga Engkau mudahkan kami, orangtua kami, paklik-bulik kami untuk memenuhi panggilan-Mu utk ibadah haji ya Allah, amien yaa rabbal 'aalamien.
Pagi-pagi buta jam 3, saat tidur saya dikagedkan oleh dering HP, siapa ya gak ada jelas nomornya. Ternyata setelah saya angkat, Lik Sulud disana menyampaikan kabar bahwa beliau merasa terpanggil untuk segera menunaikan ibadah haji. Setelah ditinggal pergi selamanya oleh anak pertama (Sulastri) beberapa hari lalu, muncul kesadaran bahwa apa yang ada dan dimiliki di dunia tidak akan kekal. "apa maneh sing digoleki".
Nggak tahu dari siapa beliau dapat info, beliau mengatakan bahwa Pakdhe (Bapak saya) akan menunaikan ibadah haji (tepatnya akan mendaftar, sudah berniat), oleh karenanya beliau ingin sekali untuk mendaftar bersama dan berangkat bersama. insyaAllah begitu mendaftar akan langsung dilunasi untuk beliau dan istri.....
subhanallah, bahagianya hati ini, telah Kau buka pintu hati hamba-hamba-Mu ya Allah, semoga Engkau mudahkan kami, orangtua kami, paklik-bulik kami untuk memenuhi panggilan-Mu utk ibadah haji ya Allah, amien yaa rabbal 'aalamien.
Wednesday, November 11, 2009
NAWAITU FOKUS THESIS, biar cepet lulus
Bismillahi Rahmaanir Rahiim
Bermula hari ini 11-11-2009, perjumpaan dengan Supervisor (Assoc. Prof. Dr. Jafri Din/P Jef) saya ber-azam untuk segera fokus writing thesis biar segera lulus. Selama ini, sejak 1st assessment semester 3 kayaknya tak banyak progress, malah banyak otak-atik riset penyu dengan pak Anton.
Karena riset penyu dah selesai di Ramadhan kemarin (walaupun puasa tetep riset di tepi laut), dana projek akhirnya sudah tidak ada, maka saatnya kita berfikir untuk merencanakan masa depan secara terencana dengan baik. Saya akan fokus thesis, bimbingan 2x seminggu (kecuali kalo diselingi jalan2), harapannya Maret 2010 pas 3 tahun saya bisa submit thesis. Langkah pertama, Des 2009 (3 bulan sebelum submit/Maret2010), maka saya mesti hantar notis (info bahwa mau submit 3 bulan kedepan)
Sedangkan pak Anton akan writing thesis di Indonesia bersama keluarga yang sudah "dipulangkan" June 2009.
Bermula hari ini 11-11-2009, perjumpaan dengan Supervisor (Assoc. Prof. Dr. Jafri Din/P Jef) saya ber-azam untuk segera fokus writing thesis biar segera lulus. Selama ini, sejak 1st assessment semester 3 kayaknya tak banyak progress, malah banyak otak-atik riset penyu dengan pak Anton.
Karena riset penyu dah selesai di Ramadhan kemarin (walaupun puasa tetep riset di tepi laut), dana projek akhirnya sudah tidak ada, maka saatnya kita berfikir untuk merencanakan masa depan secara terencana dengan baik. Saya akan fokus thesis, bimbingan 2x seminggu (kecuali kalo diselingi jalan2), harapannya Maret 2010 pas 3 tahun saya bisa submit thesis. Langkah pertama, Des 2009 (3 bulan sebelum submit/Maret2010), maka saya mesti hantar notis (info bahwa mau submit 3 bulan kedepan)
Sedangkan pak Anton akan writing thesis di Indonesia bersama keluarga yang sudah "dipulangkan" June 2009.
Sunday, November 1, 2009
Masjid Wilayah Persekutuan KL





Hari ahad saatnya jalan2....
Hari ini saya dan istri berniat sholat dhuhur di Masjid Wilayah Persekutuan KL. Kami belum perna kemari, tapi takmasalah naik taxi dari rumah kami di Kampung Baru sekira RM 10 sahaja.
Nah, inilah jepretan setelah sholat...
Subhanallah, terlihat khan begitu besar dan megah bangunan masjid ini
Subscribe to:
Posts (Atom)









