Sunday, July 18, 2010

Project TechnoFund gagal didanai, duh sedihnya....

Hari ini, Ahad 18 July 2010 jam 20.00-21.30 di Mines Resort City & Spa, jadwal kami untuk presentasi akhir proposal project TechnoFund under Ministry of Agriculture (MoA). Presentasi di depan panel MoA (6 orang).

Kami yang datang telah menyiapkan diri untuk presentasi:
1. PM Dr. Jafri Din (UTM, project leader)
2. YM Raja Bidin Raja Hassan (SEAFDEC, Terengganu)
3. YM Tengku Jamal Abdul Nassier (JAriz, Shah Alam)
4. Sunardi (UTM, student)

Sudah dengan maksimal persiapan presentasi kita, sudah sedemikian maksimal apa yang bisa kita berikan untuk membuat proposal sebaik mungkin selama 5 bulan sejak February 2010,.......tetapi kesedihan dan kekecewaan telah datang mensirnakan optimisme kami.

Keberhasilan belum memihak pada kami, proposal kami gagal untuk didanai. Yah...sedih-marah-kecewa-dll....tapi mau gimana lagi, usaha dan doa sudah, mesti tawakal dengan apapun hasil yang Allah tetapkan. InsyaAllah takda yang sia-sia, semua ada hikmahnya.

Saturday, July 17, 2010

Keluar Imigrasi; Pastikan Paspor Kita telah di-COP

Ada pengalaman menarik dan bisa kita ambil hikmahnya untuk lebih berhati-hati dan teliti.

Keluarga kami (ber-7) sedang berlibur di Singapore seharian, berangkat dari Johor pagi dan pulang sore. Ketika kita pulang, di Imigrasi Johor Bahru Malaysia, ada diantara kami yang tidak boleh masuk Malaysia karena tidak ada cop KELUAR dari imigrasi Spore. waduh......padahal 6 yang lain oke semua, di Spore kita antri pada satu lorong. Mungkin petugas lupa memberi cop, sedang potongan DEPARTURE Card dah diambilnya.

Solusinya adalah saya mesti mengantar adik ke imigrasi Spore untuk minta cop KELUAR spore. Karena nak ke Spore, paspor saya yang tadi dah di-cop MASUK Malay, di-cop KELUAR Malay.

Sesampainya di imigrasi Spore, kami dimarahin petugas tapi benernya baik hati n ngantar ke office untuk diklarifikasi; "besok lagi di-cek betul ya, cuma 2 minit tengok cop". Iyalah, maaf kami salah, tapi (dalam hati) petugas juga salah/lupa..... Alhamdulillah, akhirnya terdeteksi di lorong mana kita tadi keluar, jam berapa, siapa petugasnya,dll. Alhamdulillah akhirnya dapat cop KELUAR spore dari petugas yang sama.

Saya yang dah isi arrival card, oleh petugas imigrasi Spore dikatakan takperlu di-cop, takyah. "Ntar di Malay gimana, Kak"..."Takpa, itu urusan awak dan imigrasi Malay". waduh, ntar masalah gak ya... ya udah, masak maksa minta cop.

Sesampainya di imigrasi malay, permasalahan adik kelar, dapat cop Masuk Malay...

Nah.... sekarang gantian saya yang bermasalah : "awak dah di-cop keluar Malay, kenapa takda cop masuk Spore"..... walaah....sampai dimarahi dan sempat disuruh balik ke Spore lagi... tapi alhamdulillah, akhirnya setelah saya jelaskan, diskusi panjang diantara beberapa petugas imigrasi, akhirnya permasalahan selesai. Cop keluar saya diabatalkan, dicoret, seolah takjadi keluar....alhamdulillah, lega rasanya gak jadi bolak-balik antar dua imigrasi yang dipisahkan jembatan dan mesti naik bus... capek dech

Hikmahnya, keluar imigrasi, cop di paspor mesti di-cek dengan teliti.

Wednesday, July 7, 2010

adik2 dan ponakan2 datang ke Malaysia


Alhamdulillah, dapat kunjungan istimewa dari adik2 dan ponakan2...Cinta dan Arkan yang lutju-lutjunya

7-21 July mereka jalan2 di KL, JB, dan Spore.

Ini salah satu action mereka di KL Monorail.

Sunday, July 4, 2010

Schedule jalan2 nemeni adik dan ponakan

JULY Day Activities
4 Ahad Omki datang via LCCT
5 Senin Omki biar jalan2 mengamati irama hidup KL
6 Selasa Omki biar jalan2 mengamati irama hidup KL
7 Rabu Cinta Arkan datang (dijemput Omki ke LCCT)
8 Kamis Jalan2 sore liat suasana UKM, Chow kit
9 Jumat Liat2 cinderamata di Chinatown dan Pasar Seni
10 Sabtu Petronas, Petrosains, Aquaria
11 Ahad Genting Highland
12 Isnin Little India, Bukit Bintang, Low Yat Plaza
13 Selasa Kota2 naik monorail, LRT. Tasik Titiwangsa, istana raja
14 Rabu Berjaya Time Square (mainan indoor) or Sunway Lagoon (mainan air)
15 Kamis Putrajaya
16 Jumat Puaskan belanja
17 Sabtu Langsung ke JB atau jalan2 ke Melaka.
18 Ahad Jalan2 di Spore seharian, malam balik JB lagi.
19 Senin UTM, istana, Kotaraya, JB central
20 Selasa Pesta duren Pekan Nanas, ikan pari asam, Pantai Kukup
21 Rabu Cinta Arkan-Omki balik ke Jogja via Changi

Tuesday, June 29, 2010

Alhamdulillah, dah submit Proposal TechnoFund

Alhamdulillah hari ini jam 9.15 (waktu sama seperti saat submit thesis), proposal TechnoFund sudah kami hantar ke RMC UTM. RMC akan kirim ke MoA di Putrajaya besok pagi. Lega rasanya, perjuangan 5 bulan sejak Februari, akhirnya berujung juga.

Kemudahan Allah telah diberikan tadi malam, saat binding di Taman U, sepatutnya kedai dah mau tutup, alhamdulillah rayuan berhasil walau harus binding 10 eksemplar. Terimakasih mbak, alhamdulillah....

Selanjutnya tinggal nunggu dipanggil presentasi di Putrajaya. Kini tinggal banyak-banyak doa semoga proposal lolos dan dibiayai, amien berjuta kali.

Siang jam 2.30 P Jef nelpon bilang mau mengambil kami di rumah, suruh nunggu di kampus aja gakmau (supervisor kok sampai ambil dan antar student sampai depan rumah, subhanallah apike P Jef). Beliau kasih surprise, kami diajak makan siang dengan menu ikan pari masak pedas di Pekan Nanas (berhampiran dengan tempat tahun lalu kita dibawa beliau makan duren). Yah, ikan pari adalah topik kita di proposal technofund yang baru pagi tadi kita submit.

Tambahan:
Pagi tadi juga alhamdulillah kawan seperjuangan (Pak Anton) juga dah disetujui dan dah submit Notis hantar thesis, maknanya 3 bulan kedepan dia sudah boleh hantar thesis, tinggal dia siapnya kapan.

Sunday, June 27, 2010

Pesta makan duren di kebun duren






Pesta Durian; Pekan Nanas (Ahad, 27 June 2010)

Produksi Duren di Malaysia, khususnya di Johor sangat melimpah dan sangat murah pada bulan June-July setiap tahunnya. Saking murahnya, kadang pedagang "memaksa" kita untuk beli borongan satu kresek besar RM 10, atau mau semua RM 30, dst...

Ini tahun kedua, kami akan pesta duren di kebun duren. Bukan di bawah pohon duren beneran, takut lah. Disitu kami bisa makan sepuasnya, semaunya....

Dibawah koordinasi Pak Anton, kami datang berombongan ke Pekan Nanas dalam rangka pesta makan durian. Ada lima mobil full penumpang, termasuk anak-anak; (1) saya, (2) p Ojo, (2) b Hamdan, (3) p Jatmiko, (4) p Tole, (5) p Narto....

Kita datang tidak waktu bersamaan, kami termasuk tim yang berangkat awal, so makan duren lebih banyak karena begitu ada mobil kedua datang, kita sukarela menemani mereka makan duren, mobil ketiga datang taklupa kita emansipasi lagi menemani makan heheh..... alhamdulillah, untung nggak mabuk.

Teringat tahun kemarin kalo gaksalah pada bulan june juga, kami pesta duren di tempat yang sama, juga dengan pasukan yang lebih kurang sama 5-7 mobil. Cuman bedanya, tahun lalu saya tidak berani makan duren, trauma perut sesak (jawa: ampeg) ketika makan nangka, duren, dkk. Alhamdulillah, sekarang dah tak trauma lagi...

Untuk tahun lalu, kami hanya diminta bayaran RM 25 atas semua yang kita makan, subhanallah padahal kita ada 5-7 mobil penuh orang. Untuk tahun ini malahan kita tidak diminta bayaran sedikitpun atas semua yang kita makan, subhanallah wal hamdulillah.... Kalau mau bawa pulang baru bayar RM 3/kg. Semoga rejeki dan kebarokahan hidup utk yang berbaik hati pemilik duren tsb....amien 3x.

Foto-foto yang terpampang adalah tim pemburu duren yang akan dan sedang menikmati perburuannya..... [cp utk pesta duren di pekan nanas: Mas Jumadi, kerja dan tinggal dekat situ]

Friday, June 25, 2010

ALHAMDULILLAH DAH SUBMIT THESIS

ALHAMDULILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN
SUDAH SUBMIT THESIS KE SPS
JUM’AT 25 JUNE 2010 PKL 09.15


Hari-hari menjelang submit thesis

Rabu (23 June 2010)
Pkl 17.30 supervisor (Assoc. Prof. Dr. Jafri Din/P jef) dah membubuhkan tandatangan pada Borang Penyerahan Thesis, ALHAMDULILLAH akhirnya.........

Kamis (24 June 2010)
Pkl 09.00 bawa 1 eksemplar draft thesis A-Z tanpa dijilid untuk dilakukan check format dll ke SPS (Kak Aishah 0755-378896), ikuti Guideline Penulisan Thesis dan Checklist Thesis Submission. Semua OK, cuma ada 1 koreksi: Pada Table of Content, pada setiap baris Bab perlu diberi nomor halaman juga sepertimana pada sub-bab, baiki 1 menit selesai, ALHAMDULILLAH

Pkl 17.30 (karena hari sebelumnya lupa) minta tandatangan P Jef utk halaman DECLARATION OF THESIS AND COPYRIGHT mengenai Status Thesis (Confidential/Restricted/Open Access) dan halaman SUPERVISOR DECLARATION: “I hereby declare that I have read this thesis and in my opinion this thesis is sufficient in terms of scope and quality for the award of the degree of Doctor of Philosophy (Electrical Engineering)”

Pkl 20.00 ke Taman U fotocopy 4 eksemplar, lalu semua (plus 1 yang asli) dibinding spiral plastic dan cover plastic transparan.


Jum’at (25 June 2010)
Pkl 09.15 jumpa kak Aishah SPS, akhirnya diriku SUBMIT THESIS
Alhamdulillah

Perjuangan selanjutnya adalah mempersiapkan sidang thesis (viva), insyaAllah capaian gelar Doktor sebentar lagi, amien.


Proposal TechnoFund insyaAllah juga akan segera kita submit ke RMC dan diteruskan ke MoA (deadline 30 June 2010). Penyusunan proposal ini telah mendampingi pengerjaan thesis sekaligus memaksa pikiranku mendua sejak Februari 2010. Dan juga, telah menguji kesabaranku hingga berbuntut diriku bimbingan intensif sebanyak 50x sejak 11 November 2009 (7.5bulan, 5bulan diantaranya sejak Feb 2010 tiap bimbingan menyampaikan progress report Thesis dan Proposal dua-duanya sekaligus). Hampir 2x seminggu bimbingan dengan supervisor, kecuali diselingi hobi utama jalan-2; Pulkam (Nov), Aceh (Jan), Terengganu/adik datang seminggu (Feb), Kelantan/Thailand (Maret), Pulkam(April), Camping/Pekanbaru (Mei), dan jalan2 yang lain.


Semoga Allah berikan kelancaran dan kemudahan untuk segala urusan kami, amien berjuta kali..........

Thursday, June 10, 2010

UTM jadi Research University

Hari ini 10-June-2010 UTM resmi menjadi Research University (RU), menemani UKM, UM, UPM, dan USM yang telah menjadi RU sebelumnya.

Dengan status ini, UTM diberikan dana besar untuk riset, dikelalola sendiri oleh kampus, sehingga setiap dosen mudah dapat akses dana riset. Tapi belum tahu lagi, kapan turun dananya.

Untuk efek ke mahasiswa, banyak dana bisa digunakan untuk projek dan beasiswa sekolah. Sebaliknya, mungkin tuntutan kerja dan prestasi makin tinggi utk mempertahankan status.

Lihat saja esok

Bersama Qousay, temen seperjuangan



Qousay Tabatbaie dari Iraq, temen seperjuangan dengan diriku, kami sedang diskusi di bilik supervisor PM DR Jafri Din.

Saturday, May 29, 2010

(Lagi-lagi ke) Batu Layar



Setelah Desaru selesai, tanggung dah sampai daerah pantai, kami kemudian meluncur ke arah selatan sekira 10 km menuju Pantai Batu Layar. Disitu terdapat batu semacam layar kapal berlapis-lapis.

Batu Layar. Tempat inilah tahun 2008 kami kemah 1 malam di tenda, malam kedua (bonus) tidur beralas tikar dan beratap langit, karena sewa bumi kemah cuma 1 malam, tenda dan semua perlengkapan sudah dikemas. Sayangnya sore mau pulang mobil mogok gakmau jalan, takada bengkel, tidurlah seadanya, alhamd gak hujan.

HP istri yang dual SIM, bisa dapat sinyal TELKOMSEL indonesia (seberang pulau kayaknya Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia), akhirnya kita nelpon Indonesia sepuasnya dengan tarif murah sesama simpati.

Kami lalu balik lagi arah utara dan rehat sejenak di Tanjung Sedili, tempat kami kemah awal bulan ini.

Kemudian balik ke Skudai lewat Kota Tinggi-Kulai-Senai-Skudai, ambil jalan yang berbeda saat berangkat (Skudai-Senai-Ulu Tiram-Kota Tinggi-Bandar Penawar-Desaru)

(Lagi-lagi ke) Desaru





Libur 3 hari (Jumat-Ahad) 28-30 mei 2010, istri datang ke Johor. Penasaran hanya denger cerita dariku yang pernah kesana, dia lantas mengajak ke Desaru, padahal dah saya bilang lautnya sama saja dengan laut2 di tempat lain.

Takut macet seperti hari2 libur biasanya arah Desaru, kami berangkat pagi habis Shubuh pakai Kancil, alhamdulillah lancar lewat tol Senai-Ulu Tiram (ruas Ulu Tiram-Kota Tinggi-Desaru sedang dibuat) yang baru dan sepi, perjalanan sekira 2 jam. Alhamdulillah Kancil kesayangan kami melesat dengan indah hehe.

Sesampainya di Desaru masih agak pagi, sekira jam 8, pun demikian pengunjung sudah agak ramai. Sekira 1 jam saja kami disitu, melihat pantai dan memakan bekal yang telah disiapkan.

Monday, May 24, 2010

Defend dan review progress proposal TF

Hari ini 24 Mei 2010 Dr Azizan dari MoA datang ke UTM untuk mereview progress proposal TechnoFund kita.

Kami mesti mempresentasikan proposal lengkap kita dan (jika ada) diminta perbaiki sesuai dengan arahan beliau.

Alhamdulillah, semua lancar. Cuma terbayang masih banyak yang harus dikerjakan/perbaiki, P jef kasihan sama saya karena fokus terpecah antara technofund dan thesis, akhirnya beliau meminta kesediaan P Anton untuk datang ke Malaysia, yang penting bisa, masalah tiket dibelikan. Alhamdulillah memang sudah terbukti beliau selalu baikan, alhamdulillah ya Rabb.

Wednesday, May 19, 2010

Masih perlu kejelasan, jangan ragu tanya lagi....

Alhamdulillah, cerita baik urus tiket di kaunter

Saya membeli tiket airasia utk rombongan 7 orang melalui internet banking. Belum beruntung bagiku, rasanya baru kali ini terjadi, payment successful tapi booking NOT CONFIRMED, whelhadala. Mungkin karena koneksi yang lambat atau user yang akses sangat ramai. Ditunggu hingga esok hari, tetep tak ada tiket datang ke akaun email saya.

Akhirnya saya pergi ke kaunter Airasia di Senai Airport. Dengan pertimbangan sayang kalo harus kehilangan uang, apalagi kalo harus booking lagi yang mungkin harganya sudah naik, kalo bisa janganlah... Bermodalkan print out booking yang Not Confirmed dan bukti payment successful dan rincian rekening telah terdebet, saya jumpa dengan staf1. Malangnya nasibku, staf bilang: booking telah dinyatakan not confirm, wang tidak diterima walaupun succesful terkirim, tunggu aja nanti uang akan kembali kepada akaun anda (dah automatik, takpayah urus di bank), kalo mau tiket sila booking lagi via internet, lewat sini harganya beda (lbh mahal). Wah, macam mana nih, misi gagal.....

Termenung diriku di kursi antrian, memikirkan apa memang gak ada solusi yang lebih baik ya. Okelah, akhirnya saya ikhlaskan kalo sistem memang begitu. Tapi, ada satu yang perlu saya minta kejelasan tentang refund. Takut refund gak segera sampai, sementara di Bank di-pingpong ke Airasia lagi, padahal Airasia dah bilang gaknerima uang, akhirnya saya beranikan diri ke kaunter lagi untuk minta penjelasan lagi pasal refund, ditemui staf2.

Alhamdulillah, niatnya cuma nanya pasal refund, minta cop atau keterangan bahwa Airasia memang tidak nerima uang utk bukti urus ke bank jika diperlukan, tapi ternyata Allah berikan lebih dari itu. Ada pertolongan yang lebih besar pada diriku lewat staf tsb. Dia beberapa kali call bagian yg ngurusin payment (perkiraan saya begitu) dan setelah itu beberapa lama kemudian setelah menunggu di antrian lagi, akhirnya dinyatakan bahwa semua masalah akan diuruskan, dan yang lebih penting lagi tidak perlu booking ulang dan tiket akan dikirim email. Alhamdulillaahi Rabbil Aalamien.....

hikmah: nggak ada salahnya jika masih ragu, jangan keburu putus asa dan pergi, tanyakan lagi minta kejelasan shg clear/detail atau bahkan ada 2nd opinion utk solusi yg lebih baik.

Sunday, May 9, 2010

hikmah....... jika gakmau repot

Ini hikmah bagi kami, semoga kejadian seperti ini tak terulang.

Ceritanya, kami datang mepet/lambat ke Airport, sekira 30 menit sebelum keberangkatan, karena ada beberapa urusan penting lainnya (Hikmah1: jangan mepet2 kalo ke airport). Saat masuk, sempat diingatkan sejenak oleh petugas bandara; counter check in telah ditutup. Tapi, kami masih bersyukur dan bernapas lega bisa njelaskan dan tunjukkan, kami telah checkin online via internet (Hikmah2: web checkin sangat membantu, paling tidak gakperlu ngantri checkin di bandara).

Walau counter telah tutup, masih ada staf di ruang maskapai yang bersangkutan, kami datangi dan memastikan bahwa kami dah check in, perlu di-cop gak atau gimana? Jawab staf: gakperlu, langsung aja masuk ruang tunggu. (tentu mesti urus airport tax, bebas fiskal, imigrasi). (Hikmah3: tetep tanya petugas untuk memastikan tidak perlu kembali ke posisis awal). Hal ini membantu kami, saat melewati X-ray, petugas mempertanyakan boardingnya mana, kok kayak gini, gakada keterangan dari petugas. Juga saat mau meninggalkan ruang tunggu menuju pesawat, petugas juga mempertanyakan hal ini.

Saat bayar Airport tax takda masalah, tinggal bayar aja (mbayar mah gampang, kalo ngambil uang mah yang agak susah), walau sedikit ada keraguan mereka melihat boarding pas online yang kayak gini, mungkin mereka belum familier.

Urus bebas fiskal, selama ini dari Jogja dan lainnya, sangat mudah. Mereka hanya liat dan cek dari paspor kita, asal ada visa negara lain biasanya beres, kadang juga dilihat sudah berapa lama kita di Indonesia, mungkin untuk memastikan bahwa kita memang lama di LN. Ternyata untuk kali ini, disaat waktu yg sangat mepet, urusannya malah rada ribet. Petugas meminta fotokopi paspor (halaman depan, visa, cop kedatangan, alamat Ind, alamat LN) walah kok ribet kayak gini, protes saya. Petugas bilang: bukan ribet, tapi mesti fotokopi karena scanner kami rusak. Saya benernya masih akan protes tapi keburu waktu mepet, istri langsung ngajak lari keluar ke lantai 1 cari fotokopi. (Hikmah4: gak usah banyak protes disaat waktu mepet untuk urusan kayak ginian).

Cuma saya masih sedih: 1. apa memang harus begitu, ninggalin copy-an atau apa memang harus di-scan data-data kita, kok beda dengan airport lain. 2. misal kalo memang benar bahwa biasanya paspor penumpang mesti di-scan, kalau saat itu scanner sedang rusak, masak kerusakan yang terjadi mengalihkan tanggungjawab ke penumpang dengan menyuruh keluar untuk cari fotokopi. 3. Lagipun, ini juga yang saya gaksuka pelayanan yang kadang dengan harga semaunya, copy 10 halaman saja Rp 20.000. (Hikmah5: gakada salahnya kita punya copy halaman-halaman yang sekiranya penting).

Pas urus bebas fiskal selesai, pas ada pengumuman pesawat datang, maknanya sebentar lagi kita diminta naik peswat. Alhamdulillah, cop imigrasi lancar, X-ray ada sedikit masalah karena petugas kayaknya belum familier dengan boarding pass hasil web check ini via internet, tapi alhamdulillah dengan mepet2nya waktu dan urusan2 yang takdiguga sebelumnya, akhirnya bisa terbang juga, lega rasanya.

Saturday, May 8, 2010

Jalan2 ke Pekanbaru





Pekanbaru, 7-9 Mei 2010

Disela-sewla kesibukan belajar, sekalian untuk refreshing, saya dan istri jalan2 ke Pekanbaru, Riau. Berangkat Jum'at siang dan balik Ahad sore, penerbangan cuma 45 menit. Seperti biasa, kami dah beli tiket murah AirAsia beberapa bulan lalu, RM 70 (sekira Rp 200 ribu) sudah tiket pulang pergi untuk 2 orang.

Pernah saya sekira 6 bulan pada tahun 1999 dan 2001 saya kerja di PT CPI Duri Riau (sekira 3 jam perjalanan darat dari Pekanbaru), selama itu pula saya sering pulang kampung tiap sabtu-ahad ke rumah kakak.

So, tujuan utama kali ini adalah mengajak istri silaturahmi ke rumah mas/kakak laki2 (=abang) pertama yaitu mas Suparno yang tinggal di Kecamatana Sialang Kubang, Kab. Kampar (sekira 40km ke Pekanbaru).

Tujuan yang lain yang juga utama adalah jalan2 di kota Pekanbaru dan jalan2 di kebun kelapa sawit sebagai usahanya Mas No. Alhamdulillah usahanya berkembang pesat dan menggembirakan hasilnya.

9 tahun berlalu, banyak perubahan telah terjadi. Kota Pekanbaru semakin tertata lumayan rapi, tapi kemacetan karena banyaknya kendaraan takbisa dihindari. Juga, jalan masuk ke rumah mas No kini telah beraspal halus, alhamdulillah.

Sunday, May 2, 2010

Desaru dan Sedili, camping ah...






1-2 Mei 2010 Camping di Sedili dan jalan2 di Pantai Desaru

Jepretan gaya anak-anak muda hehehe....

Monday, April 5, 2010

Alhamd kampungku skrg dah ada PAM

Alhamdulillah kabar baik waktu pulkam, sekira sebulan/dua bulan lalu, sumur bor yang dibangun di pinggir kampung kami di Sragen telah sukses dibangun. Jalur pipa air dah siap semua hingga ke rumah-rumah, alhamdulillah kehidupan kampung kami semakin baik.

Rumah kami ada sumur 2, alhamd makin banyak pilihan dan kemudahan.

Sunday, April 4, 2010

ponakan lagi,...


ini ponakan yang lain...

Wednesday, March 31, 2010

Pulkam tengok ponakan


31maret-11april 2010

Pulang kampung nengok ponakan-ponakan yang sudah tambah besar, pinter, dan lutju banget. alhamdulillah seneng banget

Friday, March 26, 2010

me-Rontgen (X-ray) ikan


Inilah salah satu aktivitas kami dalam riset, alhamdulillah ikan kami sehat-sehat aja gak perlu dioperasi hehe

Thursday, March 11, 2010

Monitoring Proposal TechnoFund by MoA

Tanggal 11-12 Maret 2010 ada workshop oleh team kementrian pertanian (MoA) yang dikomandani Dr. Azizan. Kami semua yang berminat apply proposal dikumpulkan untuk apat pemahaman penuh tentang proyek ini dan diminta mempresentasikan proposal kita.

Karena minggu2 terakhir sangat-sangat suibuk berkali2 meeting di electrical dan computer science (collaboration research) dan lemburan buat proposal, maka submit thesis sementara dilupakan dulu.... Rencana submit thesis jika mengikut rencana yang kita buat 3 bulan yang lalu adalah 10 Maret.

Yah, nak gimana lagi..... mengalir sahaja

Saturday, February 20, 2010

Tmn Tamadun Islam Terengganu


20-21 Feb 2010 antar istri ke Terengganu, karena jalan2 dia sebelumnya ada yang tersisa belum dikunjungi, yaitu Taman Tamadun Islam dengan puluhan masjid miniatur masjid-masjid dunia beserta Masjid Crystal. Alhamdulillah dah genggam tiket flight murah berdua return total cuman RM 30.

Sunday, February 14, 2010

Adik Suranto dan istri jalan2 ke Malay dan Spore


13-17 Feb 2010
Adik kandungku Suranto dan istri jalan2 ke Malay dan Spore.
kami antar mereka ke KLCC Petronas Twin Towers, Chinatown, Pasar Seni, Genting Highland, UTM Skudai Johor, Patung Singa Spore, dll cerita detail kapan2 aja ya.

Sementara saya upload foto mereka berdua ditemeni istri yang sedang beraksi jadi kura-kura ninja hehehe saat liat film dokumenter 3D tentang Petronas sebelum naik ke lantai 41 di Skybridge KLCC.

Tuesday, February 2, 2010

Thesis jadi No 2, Buat proposal TechnoFund No 1

Sebenarnya supervisor awalnya gak berminat untuk terlibat dalam proyek lagi, padahal proyek terakhir (penyu) sudah habis Agustus 2009.

Gak tahu kenapa pula, tiba-tiba begitu ada info bahwa MoA (Ministry of Agriculture) punya skim proyek TechnoFund (lebih tinggi dari ScienceFund), usulan dana bisa s.d RM 5juta, beliau sangat antusias dan meminta saya yang mbuat [Anton di Jogja, takmungkin student lain yg bisa buat karena ini kelanjutan proyek yg kita tanganai berdua]. Wah, alamat bimbingan intensif thesisku jadi berantakan nih.

Akhirnya disepakati, untuk sementara mulai awal Feb ini, bimbingan thesis mesti berbagi dengan bimbingan pembuatan proposal, justru diutamakan proposal technofund, sebab 11 Maret akan ada tim dari MoA akan datang dan menilai proposal kita..... waduw, fening kepale.... submit thesis yang sedianya bulan depan jadi tanda tanya nih.

Tapi, bismillah, semoga Allah akan selalu bimbing dan tunjukkan yang terbaik, yg penting maksimalkan doa dan ikhtiar.

Saturday, January 23, 2010

welcome to Thailand


Saatnya jalan2 nyebrang ke Thailand lewat border Rantau Panjang Kelantan. Batas keduanya hanya jembatan panjang sekira 30 meter, bisa menyebrang naik ojek atau bahkan jalan kaki pun bisa seperti kami......

Kota terdekat adalah Sungai Golok,
cerita detail dilengkapi kapan2 aja,
soalnya masih sok sibuk dikit....

Landing di Kelantan, kok sepi ya


Petualangan baru dimulai lagi.....

Mau ngubek2 Kota Bharu (Negeri Kelantan), Rantau Panjang, dan masuk Thailand.....

Saat landing di airport Sultan Yahya Petra, kesan pertama: kok sepi ya, orang dikit banget, pada kemana ya....

Saturday, January 2, 2010

Kota Sabang (Pulau Weh) ujung barat Indonesia



Gak terencana dari Aceh, begitu di Pantai Ulee Lheue kok liat kapal feri siap berangkat. Tanya orang kapal mau kemana? Dah, takpikir panjang akhirnya kami ikutan ajalah lah. Alhamdulillah nyampe juga diriku di Kota Sabang, Pulau Weh. Ujung barat Indonesia.....

Cerita Aceh dan Pulau Weh....
mohon maaf belum sempat dilengkapi,
ada gawean sekolah belum selesai

Pelabuhan Ulee Lheue, eh ikut kapal yuk.....





Nama Pelabuhan Ulee Lheue sering kita dengar adalah merupakan salah satu pantai yang terburuk dihantam tsunami Aceh 2004. Lokasinya sekira 10 km dari pusat kota Banda Aceh. Kami naik labi2 (angkot) dari terminal Keudah yang dekat dengan hotel ke Pelabuhan Ulee Lheue bayar seorang Rp 6000, sekira 20 menit. Angkot disini penumpang berada di belakang.

Pelabuhan Ulee Lheue kini sudah berbebah jadi bagus, walaupun pembangunan masih berjalan dan belum selesai. Rumah-rumah baru semua, awalnya habis kena tsunami seperti disiarkan dalam televisi maupun surat kabar, juga gambar2 yang masih bisa kami temui di beberapa tempat di Aceh. Ada kuburan masal di Ulee Lheue yang menjadi tempat istirahat terakhir ribuan korban. Sempat pula kami mampir di Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, satu2nya bangunan tersisa di kawasan tsb saat tsunami.

Sesampainya turun angkot di pelabuhan Ulee Lheue, perhatian kami serta merta beralih, dari indahnya pelabuhan yang sedang tumbuh menuju ”kapal itu mau kemana ya, ikut yuk”. Saat itu terdapat dua kapal yang bersandar, yang satu kapal fery yang besar dah siap berangkat, yang satu kapal cepat yang kayaknya masih sepi penumpang. Tanya sana-sini orang di sekitar, lalu ke loket dan ada wartawan pula yang baik hati menjelaskan.

Ternyata kapal-kapal itu mau ke Pulau Weh, kota Sabang. Sontak, rasa pengin itu menggelora, mumpung dah sampai sini. Ditambah lagi informasi bahwa pulau Weh (pulau sedikit menyerupai kayak huruf W) adalah pulau paling barat Indonesia, disana ada ujung KM 0 bagi NKRI (ingat dari Sabang sampai Merauke). Kalau sudah ke kota Sabang, maknanya kapan2 tinggal ke kota Merauke hehe lengkap dah dari Sabang sampai Merauke.

Kami segera mengkonfirmasi tiket dan jadwal berangkat, kalo Feri BRR perjalanan 2 jam Rp 18.500/28.000/36.500 (ekonomi/bisnis/eksekutif), adanya tinggal kelas eksekutif. Kalau Speed boat Pulo Rondo 45 menit Rp 65.000/75.000/85.000 (bisnis/eksekutif/VIP). Kita cari yang segera dan dah siap berangkat aja, yaitu fery BRR eksekutif @ Rp 36.500.

Nggak nyangka, ke Sabang pula kami, alhamdulillah.

Mengelilingi Baiturrahman; dapat peta, sarapan, souvenir



Suasana pagi banyak yang berfoto-foto ria juga [mungkin juga pendatang dan pelancong kayak kami]. Setelah puas foto diluar dan di dalam masjid, saatnya kami berurai keluar masjid. Kalo hotel kami disisi utara masjid, saatnya sekarang kami berurarai ke selatan masjid.

Eit, ada toko souvenir Aceh, boleh dong untuk referensi belanja nanti siang ato sore, terutama tas utk oleh saudara2 istri, kami mborong banyak bangets.
Sambil jalan2 lagi, terlihat di ujung jalan ada bangunan menarik kayak museum tsunami, tanya orang, alhamd ternyata benar dugaan kami, jarak hanya sekira 500 meter di selatan Masjid Baiturrahman.

Namun semuanya keinginan jalan2 ditunda dulu, saatnya makan lontong sayur dan hagatnya teh Rp 16.000 berdua di warung sebelah barat masjid sambil baca koran Seranbi Pase, koran lokal Aceh. Tak lupa disisi barat masjid ada Pasar Atjeh, pasar tertua di Banda Aceh.

Alhamdulillah, sekarang sekeliling daerah sisi masjid dari 4 penjuru (timur-barat, utara-selatan) sudah kita kuasai hehe.

Kami benernya sebelum berangkat telah berusaha mencari peta Aceh dan khususnya Banda Aceh, namun belum mendapatkan yang lengkap dengan resolusi tinggi. Alhamd, deket hotel saat jalan pulang, kami menjumpai toko buku, ada disana peta Aceh propinsi dan Kota Banda Aceh @ Rp 28.000. Lumayan untuk memantapkan arah dan tujuan selama di Aceh.

Alhamd pula, abang penjaga toko sangat ramah menjawab pertanyaan2 kami seputar tempat-tempat tujuan yang bisa kita singgahi, terutama untuk mengenang tsunami 26 Desember 2004 (6 tahun lalu). Kami juga tanya sedikit banyak terkait dengan angkutan-angkutan untuk mencapai tujuan2 tsb. Ada becak motor, penumpang max 2 orang ada di samping [di Medan juga ada] bisa mengantar kemanapun kita pergi dengan tarif biasa sesuai jarak. Ada labi-labi (angkutan kota) berbagai penjuru dengan tarif murah, terminal ada di Keudah dekat (sekira 300m) dengan hotel kami.

Depan hotel pula kami dapatkan toko souvenir aceh, lumayan untuk membandingkan harga dan saling melengkapi koleksi souvenir.

Shubuh di Masjid Baiturrahman





Kami dah siap jam 5 pagi untuk sholat Shubuh di Masjid Baiturrahman, tapi kok tidak terdengar adzan ya, mestinya dalam perhitungan kami belum kelewat. [Kami perkirakan, jika sebulan lalu di Jogja Shubuh jam 3.50, mungkin di Aceh karena jauh lebih barat mungkin shubuh jam5]. Namun kami tunggu lama takda adzan, akhirnya jam 5.10 kira-kira baru adzan, dah ngitu ngaji lama, o.. maknanya yang tadi adalah adzan awal sebelum adzan shubuh beneran.

Saat itu jamaah sudah ramai, banyak yang dah sholat fajar dan berdoa, sambil diiringi lantunan bacaan ayat Al Quran yang merdu. Tepat jam 5.30, dikumandangkan adzan shubuh yang sangat merdu dan mendayu-dayu, panjang sekali tarikan nafas sang bilal. Kemudian dilanjutkan sholat shubh berjamaah dan ceramah pagi.

Masjid Baiturrahman dalamnya terasa besar dan sangat megah, banyak tiang semakin memantapkan bangunan tersebut. Jamaah ramai walaupun shubuh apalagi sholat wajib lain. Cuman sayang toilet sangat terbatas, sedangkan tempat wudhu banyak tapi kurang bersih dikit, mungkin saking banyaknya pengunjung.

Friday, January 1, 2010

Jembatan Aceh; cantik warna warni lampu





Menikmati malam hari, setelah isya, kami jalan2 di kompleks masjid Baiturrahman. Tambah bagus aja ini masjid di malam hari dilengkapi dengan sinar lampu, subhanallah.

Kami lalu jalan kaki menyusuri jembatan Sungai Aceh, wow keren banget. Jembatan kayaknya masih baru dan kokoh. Yang lebih menarik lagi adalah lampu-lampunya di atas jembatan, juga tiang-tiang lampu di atas jalan yang artistik.

Eh, takcukup disitu, di pinggir-bawah jembatan seolah untuk menerangi kapal yang lewat, ada disitu lampu warna-warna yang indah banget membuat warna-warni air sungai, juga memberikan efek bangunan-bangunan deket sungai sehingga tampak berubah-ubah warnanya.

Di seberang jembatan ternyata daerahnya juga ramai banget. Ada tugu di tengah simpang lima (gaktahu tugu apa ya namanya?). Ada banyak tempat makan, ada waterboom, ada hotel juga [tapi lebih mahal euy]. Ada mall Pante Pirak yang ramai benget, orang kemruyuk disitu, kayak suasana mau lebaran. Ada juga tempat kongkow2 anak muda. Kami cuma lewat aja, jalan kaki, dan mampir di mall sebentar untuk beli buah, makanan, minuman, pakaian untuk persediaan selama 3 hari.